Jurusan PAI UIN SGD Siapkan Kurikulum Kampus Merdeka

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di akhir tahun akademik 2019/2020 ini menyiapkan kurikulum dalam menyambut kebijakan Kampus Merdeka yang dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli 2020. Persiapan ini dilakukan melalui rapat akhir semester genap tahun akademik 2019/2020 secara offline sekaligus mereview kurikulum yang sudah berjalan dan dikaitkan dengan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada perkuliahan semester berikutnya. Rapat para dosen yang mengajar di Jurusan PAI ini di hadiri oleh hampir seluruh dosen yang mengajar di Jurusan PAI.

Rapat ini diawali oleh arahan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed., beliau menyampaikan banyak hal dalam mempersiapkan perkuliahan tahun akademik 2020/2021 dan persiapan perubahan yang akan terjadi. Dekan FTK UIN SGD menyampaikan bahwa perkuliahan semester Ganjil pada tahun akademik 2020/2021 masih akan tetap menggunakan media online. Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan adalah aplikasi yang sudah disiapkan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bernama E-Knows. Harapannya dengan aplikasi ini akan lebih meringankan mahasiswa dan dosen karena minim penggunaan kuota internet. Artinya pada penggunaan aplikasi ini akan menghemat biaya internet yang selama ini dikeluhkan mahasiswa. Penggunaan aplikasi lain diharapkan hanya menjadi aplikasi tambahan saja bagi para dosen.

Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. sedang menyampaikan arahan

Selain itu, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. juga menyampaikan bahwa perkuliahan semester ganjil akan dimulai tanggal 28 September 2020. Hal ini karena kendala yang terjadi di seluruh dunia, yaitu adanya wabah Covid-19 yang membuat proses penerimaan mahasiswa baru perlu di perpanjang dan persiapan perkuliahan daring semester ganjil ini bisa lebih maksimal. Beliau juga menerangkan bahwa kurikulum khususnya pada Jurusan PAI dan umumnya seluruh Jurusan dan Prodi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan agar menyiapkan kurikulum yang menghantarkan mahasiswa menuju masa depan dengan segala kemampuan yang dibutuhkan, misalnya perlu adanya Artificial Intelligence dan 4C Skills (Communication, Collaborative, Critical Thinking, dan Creativity). Harapan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan juga kedepannya bisa menghadirkan Jurusan baru yaitu Jurusan Teknologi Digital Pendidikan, dan dapat menyiapkan ruang khusus digital agar menunjang dan memberi ruang kepada para dosen agar dapat berinovasi dalam pembelajaran.

Rapat Review Kurikulum PAI dihadiri para pimpinan yang mengajar di Jurusan PAI

Rapat ini juga dihadiri oleh pimpinan yang mengajar di Jurusan PAI seperti Wakil Rektor 2, Dr. H. Tedi Priyatna, M.Ag., Ketua Program Studi Pendidikan Islam S3, Prof. Dr. Muhibbin Syah, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam S2, Dr. H. Hasan Basri, M.Ag., Ketua Program PPG (Praktek Profesi Guru) Dr. Asep Nursobah, dan beberapa dosen lain. Wakil Dekan 1 FTK, Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag. juga menyampaikan arahannya bahwa target review kurikulum yang prosesnya panjang ini selesai pada Juli 2021. Review kurikulum juga perlu melibatkan alumni dan pengguna lulusan agar kurikulum yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag. menyampaikan arahan

Evaluasi dan masukan juga disampaikan oleh dosen-dosen senior berdasarkan pengalaman atas hasil lulusan. Ada beberapa lulusan yang ternyata masih perlu mendapatkan pelatihan. Hal ini membuat Jurusan PAI perlu meningkatkan dan memperketat kualitas perkuliahan agar para lulusan memiliki kemampuan yang dibutuhkan masyarakat.

Dr. Asep Nursobah (Ketua PPG) Menyampaikan masukan pada Jurusan PAI

Konsep kampus merdeka yang direncanakan PAI ini dilandaskan pada hasil diskusi asosiasi Jurusan PAI se-Indonesia. Menurut kebijakan Kampus Merdeka, perkuliahan dilaksanakan selama 3 semester di luar Jurusan PAI, satu semester di lintas Jurusan, dan dua semester di luar kampus. Pada Jurusan PAI ini akan tetap mengutamakan dan meningkatkan kualitas Agama Islam dan pada bagian pendidikannya akan berlandaskan pada Agama Islam. Lulusan Jurusan Pendidikan Agama Islam perlu disiapkan berperan mengembangkan konten Pembelajaran Agama Islam. Harapannya pada penerapan konsep Kampus Merdeka tidak akan menghilangkan mata kuliah yang sudah ada, tetapi memilih mata kuliah mana yang dapat diubah menjadi kegiatan di luar kampus sebagai kegiatan lapangan. Perencanaan konsep Kampus Merdeka ini masih perlu dikaji pada pertemuan berikutnya agar lebih matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *